[spoiler title=’Rating IMDB’][imdb style=”dark”]tt1598778[/imdb][/spoiler][spoiler title=’Sinopsis’]

Contagion (2011) Pulang dari kunjungan bisnis di Hong Kong, Beth Emhoff datang ke Chicago untuk menemui mantan pasangannya sebelum pulang ke keluarganya di wilayah Minneapolis. Ia tampak bersuhu dingin saat kunjungannya.

Putra berusia enam tahunnya dari perkawinan sebelumnya, Clark, juga tertular dan diliburkan. Kondisi Beth memburuk dan dua hari kedua, ia pingsan dengan keadaan mengenaskan. Suaminya, Mitch, membawanya ke rumah sakit, tetapi ia meninggal karena sebab yang tak diketahui.

Mitch pulang ke rumah dan menemukan bahwa Clark juga meninggal akibat infeksi yang sama. Mirch ditempatkan dalam isolasi namun tampak kebal terhadap penyakit tersebut. Ia dibebaskan dan pulang ke rumah dengan putri remajanya Jory, meskipun ia tak menyadari bahwa putrinya mewarisi kekebalannya.

Ia memutuskan untuk singgah dengan ayahnya, semenjak ia tinggal sendirian. Mitch berjuang untuk melindungi putrinya dari risiko infeksi, meskipun menyadari bahwa istrinya tak mempercayainya sebelum kematiannya. Meskipun demikian, setiap orang yang telah kontak dengan Emhoff mulai menyebarkan penyakit tersebut ke seluruh dunia.

Di Atlanta, para perwakilan Departemen Keamanan Dalam Negeri bertemu dengan Dr. Ellis Cheever dari CDC dan mengekspresikan kekhawatiran bahwa penyakit tersebut adalah serangan teror senjata biologi pada akhir pekan Thanksgiving. Dr. Cheever mengundang Dr. Erin Mears, seorang pejabat Epidemic Intelligence Service, ke Minneapolis untuk memulai penyelidikan.

Mears mendakwa perebakan AS kepada Emhoff, sesampil juga menjalin kesepakatan dengan para birokrat lokal yang awamnya kurang merniat untuk tanggap kesehatan masyarakat yang sebenarnya. Setelah berhasil menghimpun kamp-kamp triage di tempat-tempat besar, Dr. Mears tertular. Evakuasinya tertunda, karena bandar udara mulai ditutup dalam antisipasi karaktina.

Ia kemudian meninggal dan dikubur dalam pemakaman massal. Makin banyak orang yang tertular tanpa disadari, tatanan sosial mulai berantakan, dengan orangorang menjarah toko-toko dan rumah-rumah. Presiden AS pindah ke bawah tanah sementara layanan-layanan darurat mengalami kenihilan dan tak ada tanggapan lebih lanjut. Mirch dan Jory berniat untuk kabur ke Wisconsin, tetapi perbatasannya ditutup.

Di CDC, Dr. Ally Hextall menyatakan bahwa virus tersebut adalah campuran material genetik dari virus babi dan kelelawar. Usaha terhadap penyembuhan terhambat karena para ilmuwan tak dapat menemukan kultur sel pada pertumbuhan Meningoencephalitis Virus One (MEV-1) yang baru dinamai.

Profesor UCSF Dr. Ian Sussman melanggar autran dari CDC untuk menghancurkan sampel-sampelnya, dan pada Hari ke-12, dengan lebih dari 8 juta orang tertular di seluruh dunia, mengidentifikasikan kultur sel MEV-1 yang terpakai menggunakan sel-sel kelelawar.

Hextall memakai kesempatan tersebut untuk mulai mengerjakan vaksin. Para ilmuwan lain menyatakan bahwa virus tersebut disebarkan oleh fomites dengan angka reproduksi dasar dari empat saat virus tersebut bermutasi, memproyeksikan bahwa satu dari dua belas orang dari populasi dunia akan terinfeksi, dengan tingkat kematian 25-30%.

Pembuat teori konspirasi Alan Krumwiede memposkan video-video tentang virus tersebut blog populernya. Dalam satu video, ia menunjukkan dirinya sendiri sakit dan kemudian mengklaim bahwa ia sembuh memakai penyembuhan homeopathik yang berasal dari forsythia. Dalam kepanikan, orang-orang mencari forsythia di apotek-apotek.

Klaim-klaim Krumwiede meraih perhatian nasional. Dalam wawancara televisi, ia menyatakan bahwa Dr. Cheever diam-diam menasihati tunangannya untuk meninggalkan Chicago tepat sebelum kota tersebut dikarantina.

Cheever memberitahukan bahwa pemerintah akan menyelidiki dan mendakwanya karena membocorkan informasi. Kemudian, Krumwiede diketahui berbohong bahwa ia tertular dalam upaya meningkatkan laba untuk pembayaran pagar yang ia dapatkan dari nasihat obat, yang secara acak ia katakan adalah forsythia. Krumwiede ditangkap karena konspirasi, pemalsuan keamanan, dan pembunuhan tak berencana, tetapi dibebaskan saat beberapa pendukungnya berhasil mengumpulkan dana untuk menyediakan jaminannya.

Memakai virus teratenuasi, Dr. Hextall mengidentifikasikan vaksin yang memungkinkan. Untuk memotong proses uji coba yang panjang, ia mencobanya pada diri sendiri dengan vaksin eksperimental dan mengunjungi ayahnya, seorang doktor yang terserang MEV-1 setelah ia menolak untuk berhenti mengobati para pasien saat perebakan tersebut. Hextall tak tertular MEV-1 dan vaksin tersebut meraih kesuksesan.

Pada tingkat produksi penuh, vaksin tersebut tak dapat disuplai dalam tawaran yang diminta, sehingga CDC melakukan vaksinasi melalui lotere berdasarkan pada tanggal lahir; hal tersebut memutuskan waktu setahun penuh untuk rampung.

Para penerima pertama, dokter, dan pihak lainnya yang dimajukan oleh pemerintah divaksinasi berdasarkan pada lotere. Dr. Cheever memberikan vaksinasi cepatnya kepada putra Roger, seorang karyawan CDC yang mendengar panggilan telepon Dr. Cheever yang memperingatkan pacarnya untuk meninggalkan Chicago. Sementara itu, Mitch dan Jory bersatu kembali dengan harapan kehidupan akan kembali normal.

Pada hari pembukaan, Dr. Leonora Orantes, seorang pakar epidemiologi WHO, datang ke Hong Kong untuk mendatangi Beth Emhoff. Ia bekerjasama dengan Sun Feng dan pakar epidemiologi lokal lainnya dan petugas kesehatan umum; mereka mengidentifikasikan Emhoff sebagai pasien nol, dengan video keamanan menunjukkannya sebagai kontak umum dengan tiga korban berikutnya yang diketahui di sebuah kasino Makau.

Sebelum ia pulang, Feng menculik Orantes untuk memakainya sebagai sandera untuk mendapatkan dosis vaksin (pencegahan) MEV-1 untuk desanya. Selama berbulan-bulan, Orantes tinggal dengan para penduduk desa sampai vaksin diumumkan. Feng menukar Orantes dengan vaksin yang dibutuhkan untuk desanya. Saat koleganya menyatakan bahwa penculikan serupa merebak, dosisnya adalah palsebo, Orantes memutuskan kembali untuk memperingkatkan para penduduk desa, menunjukkan Sindrom Stockholm.

Pada Hari ke-26, jumlah kematian mencapai sekitar 2.5 juta di AS, dan 26 juta di seluruh dunia. Penemuan, produksi dan pengiriman awal dari vaksin tersebut berlangsung sampai Hari ke-133, dengan vaksinasi berjalan sampai setidaknya Hari ke-500. Jumlah kematian akhir tak disebutkan.

Dr. Hextall menempatkan sampel MEV-1 dalam penyimpanan sriogenik, bersama dengan sampel H1N1 dan SARS.

Sumber virus tersebut dibongkar ke para penonton. Sebuah bulldozer (secara kebetulan, dioperasikan untuk perusahaan di mana Emhoff bekerja) menggunduli beberapa hutan dan mengganggu beberapa kelelawar, dengan satu ekor menemukan tempat persinggahan dan makan di pohon pisang.

Kelelawar tersebut kemudian terbang ke kandang babi, menjatuhkan potongan pisang dari mulutnya, yang kemudian dimakan oleh seekor babi. Seorang chef dari kasino Makau memilih babi tersebut dan didatangkan ke kasino tersebut.

Saat ia menangani pengolahan di dapur, mempersihkan jeroan dengan tangannya, ia hanya membersihkan tangannya saat dipanggil untuk menemui seorang pelanggan – Beth Emhoff. Chef tersebut berjabat tangan dengan Beth (Mitch tampak berjabat tangan di kameranya pada adegan sebelumnya), menularkannya campuran virus kelelawar dan babi, membuat chef tersebut menjadi pasien nol dan Beth menjadi kasus kedua.

[/spoiler][spoiler title=’Pemain’]

Tujuan utama Orantes adalah mencari asal muasal patogen MEV-1. Cotillard, seorang penggemar dari karya Soderbergh, mula-mula bertemu dengan sutradaranya di Los Angeles, California.[2] Aktris Prancis tersebut berminat dengan naskahnya karena ia “sangat tertarik dengan kuman. Ia selalu menjadi … terkejut, dalam suatu cara, oleh semua penyakit tersebut. Sehingga … ini benar-benar suatu hal yang benar-benar membuatku tertarik.”[2] Soderbergh berkata bahwa Orantes “diturunkan dalam situasi dan menghadapi masalah budaya serta saintifik yang terkadang terjadi”, dan menyatakan bahwa ia memiliki sebuah sikap yang “profesional”, “terkenali”, dan “bersemangat”, meskipun “beberapa hal yang terjadi padanya sepanjang cerita menyebabkan perubahan emosional yang signifikan.”[3]

Matt Damon, seorang kolaborator giat dari Soderbergh, dipilih untuk memerankan Mitch Emhoff.

Damon memandang karakternya sebagai perwujudan dari “setiap orang”—seorang individual yang tampak sebagai “salah satu wajah manusia dari supervirus” setelah kematian istri dan putra tirinya.[3] Soderbergh juga menyatakan bahwa Mitch adalah “orang biasa” yang kurang memiliki pengetahuan medis dan saintifik,[3] meskipun berada di situasi yang dinamis dan dihadapkan dengan tantangan dari sutradara tersebut, karena ia menyoroti bahwa Emhoff akan menjadi karakter satu dimensional. Soderbergh merasa bahwa Doman memahami konsepnya dan mengalamatkan perhatian para produsernya. “Kau tak pernah mendorongnya berperan”, kataSoderbergh. “Tak ada vanitas, tak ada kepercayaan diri dalam penampilannya; ini jika saat kamera tak ada disana.”[3] Penulis Scott Z. Burns mengirimkannya salinan naskah dengan tulisan “bacalah dan kemudian cuci tanganmu” yang disematkan kepadanya. Damon berkata: “Aku benar-benar ingin berada di film tersebut. Ini luar biasa, mengalir, benar-benar terbaca cepat dan benar-benar menarik dan benar-benar mencekam, tetapi memutuskan untuk benar-benar menyentuh.”[4]

Soderbergh mendorong kemampuan Fishburne untuk memerankan sebuah figur empatik dan asertif dalam film-film sebelumnya.[3] Bagi Fishburne, Cheever adalah seorang dokter yang “cerdas dan kompeten” yang seringkali memajukan “suara akal budi”.[3] Saat ia membandingkannya dengan W. Ian Lipkin, seorang pakar virologi dan profesor di Columbia University,[5] kompleksitas karakter tersebut tak tertonjol bagi pemeran tersebut. Fishburne menyatakan, “Sifat personal yang aku miliki sebagai Ellis Cheever adalah membujuk tunanganku, kemudian istriku, Sanaa Lathan, untuk keluar dari kota, untuk pergi, untuk berkemas, untuk tak berbicara. Itu benar-benar mudah. Manusia manapun yang berada di situasi tersebut akan melakukannya, kupikir.”[6]

Krumwiede adalah seorang pembuat teori konspirasi yang, menurut Law, adalah pasien indeks untuk “apa yang menjadi epidemik paralel dari ketakutan dan kepanikan”.[3] “Kami secara tersirat menginginkannya untuk memiliki kemampuan mesianik”, kata Soderbergh, yang Law katakan saat proses pembuatan karakter tersebut. Keduanya mendiskusikan penampilan dan perilaku pembuat teori anti-pemerintah yang khas.[3] Produser Gregory Jacobs menyatakan bahwa “kepentingan tersebut tak benar-benar sempurna baginya. Apakah pemerintah benar-benar menyembunyikan suatu hal dan mengerjakan pengobatan herbal yang ia katakan tentang pekerjaan yang sebenarnya? Aku pikir mereka semua menduga pada suatu kali atau lainnya bahwa mereka tak meraih kebenaran sepenuhnya, dan bahwa dalam esensi tersebut, Krumwiede mewakili sudut pandang penonton.”[3]

Seorang “wanita karier”, seperti yang dideskripsikan oleh Paltrow, Elizabeth adalah figur utama dalam proses detektif tersebut. Disamping menjadi salah satu korban pertama dari virus tersebut, Paltrow meyakini bahwa Elizabeth meraih “keberuntungan”, karena ia menganggap bahwa orang-orang yang bertahan hidup dari penyakit tersebut menghadapi kondisi baru yang menyulitkan dari kehidupan sehari-hari, seperti mencari makan dan air bersih.[3] Saat berada di Hong Kong, Paltrow diminta oleh Soderbergh untuk mengambil foto-foto yang dipakai dalam film tersebut, dan membujuk agar ia bersikap aprehensif terhadap penugasan tersebut. “Aku benar-benar menjadi wisatawan lain yang mengambil gambar-gambar”, katanya, dan menyatakan, “Aku merasakan tekanan kecil. Saat Steven Soderbergh memberikanku tugas foto, kau benar-benar kembali dengan suatu hal yang diturunkan.”[3]

Kate Winslet mengunjungi Centers for Disease Control and Prevention, dimana ia bertemu beberapa karyawan untuk meriset karakternya.

Dalam meriset karakternya, Winslet mengunjungi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Atlanta, Georgia, di mana ia berkonsultasi dengan para pejabat lama dan saat ini dari Epidemic Intelligence Service untuk meraih penglihatan tak hanya pada kehidupan keseharian, tetapi pada jenis orang yang dikualifikasikan untuk pekerjaan tersebut. “Terdapat orang-orang yang dapat dikirim ke zona-zona perang di mana terdapat perebakan virus baru. Kekhawatiran bukanlah tanggapan. Jika mereka merasakannya, mereka belajar untuk menekannya.”[3] Winslet merasa bahwa Mears dapat mengirim epidemik tersebut “turun ke tingkat kaum awam” sehingga penonton dapat mengerti cangkupannya tanpa melibatkan sains dalam ceritanya.[3][7]

Soderbergh melihat penampilan Ehle dalam film Michael Clayton (2007), meskipun dipotong sebelum perilisan film tersebut, dan membuatnya memberikannya peran dalam Contagion. Ia “telah mengenal siapa Jennifer dalam waktu yang lama, dan ini tak mengambil tempat pertimbangan, sejujurnya”.[6]

Seorang ilmuwan riset di University of California San Francisco, sebuah kampus kedokteran, Sussman mengidentifikasikan kultur sel yang dapat menumbuhkan virus tersebut.

Han berkata soal perkembangan karakternya: “Ia dimulai sebagai seorang penekan tombol, serius … pejabat pemerintah, dan kemudian saat film tersebut berjalan … kau menemukan sebuah sisi berbeda darinya dan agenda rahasianya.”[8]

[/spoiler][spoiler title=’Trailer’]

[/spoiler][spoiler title=’Download Di Google Drive Sharer’]

[/spoiler][spoiler title=’Download Di Google Drive Sharer 2′]

Google Drive 2
DOWNLOAD BLURAY 360P DOWNLOAD BLURAY 480P DOWNLOAD BLURAY 720P Support download langsung Support Streaming

[/spoiler][spoiler title=’Download Di Google Drive Sharer 3′]

[/spoiler]

Leave a comment